Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan BAZNAS Strategic Development (BSD) bagi pimpinan BAZNAS se-Provinsi Banten. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 27–29 Juli 2026, di Asrama Grand El Hajj, sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten Tb. Rubal Faisal, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi beserta jajaran, serta ketua BAZNAS Provinsi Banten.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya manajemen konflik dan problem solving, tugas dan wewenang pimpinan BAZNAS daerah, strategi membangun kepercayaan publik, strategi mengelola reputasi lembaga, optimalisasi fundraising, serta berbagai materi lain yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan amil zakat.

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat memiliki posisi yang sangat unik dalam struktur rukun Islam. Berbeda dengan ibadah lainnya yang dapat dilaksanakan secara mandiri, zakat membutuhkan pengelolaan yang profesional melalui instrumen khusus, yaitu amil.

“Zakat merupakan satu-satunya rukun Islam yang membutuhkan manajemen dan kelembagaan yang profesional. Zakat yang terinstitusionalisasi adalah kunci terciptanya keadilan ekonomi. Sudah saatnya kita berhenti memandang zakat hanya sebagai ritual individu, tetapi sebagai kekuatan kolektif untuk membangun martabat umat. Pandangan inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya BAZNAS Strategic Development,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS di tengah masyarakat tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga menjadi pilar utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.

“Karena itu, kapasitas kepemimpinan para amil harus terus ditingkatkan agar mampu menjadi pemimpin yang adaptif, visioner, dan profesional. BAZNAS Strategic Development merupakan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para amil secara berkelanjutan sehingga mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di masa depan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas melalui BAZNAS Strategic Development diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS.

“Mudah-mudahan melalui pelatihan ini BAZNAS semakin mampu menyusun strategi pengembangan lembaga sehingga semakin dipercaya masyarakat. Kepercayaan itu akan berdampak pada meningkatnya penghimpunan zakat yang pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. 

Selain itu, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap perusahaan juga perlu terus didorong agar potensi zakat di Provinsi Banten dapat dioptimalkan,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan BAZNAS Strategic Development, BAZNAS Provinsi Banten berharap seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan zakat yang terus berkembang, sekaligus memperkuat tata kelola lembaga yang profesional, akuntabel, dan terpercaya demi mewujudkan kesejahteraan umat.

Penulis : Amaliah