Artikel

Dukung Mustahik Jadi Saudagar atau Muzakki, Baznas Banten Luncurkan Z-Mart

Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Banten atau Baznas Banten meluncurkan program Zakat Mart (Z-Mart) yang diberikan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau pedagang kecil. 

Z-Mart Baznas Banten diluncurkan di dua lokasi yakni Komplek Permata Banjar Asri Cipocok Jaya Kota Serang dan Kampung Pamong Desa Pamong Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang, Selasa, 29 Desember 2020. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Baznas Provinsi Banten, H.Zaenal Abidin menjelaskan, Z-Mart yang berarti “Z” adalah Zakat dan “Mart” warung atau bisa disebut “Warung Zakat” merupakan warung zakat yang di prakarsai Baznas dengan permodalan secara keseluruhan oleh dana zakat dari para Muzakki yang berzakat di Baznas Provinsi Banten. Zaenal mengatakan hadirnya program Z-Mart dan program-program lainnya dalam rangka mensejahterakan masyarakat terutama para mustahik (penerima zakat) dengan harapan kelak dapat menjadi seorang Muzakki (orang yang berzakat).

“Memberi itu lebih mulia dari pada meminta, tapi dalam kondisi tertentu sebagai penerima manfaat (mustahik) dari zakat itu tidak menjadi masalah, hanya saja jangan sampai pola pikir Mustahik, selalu ingin diberi, melainkan harus berpikir positif yaitu bisa memberi bukan lagi menerima” ujarnya Zaenal mengatakan dua Z-Mart yang diluncurkan merupakan hasil seleksi terhadap 10 permohonan bantuan. “Setelah di survei dan dipertimbangkan, ada 2 keluarga penerima manfaat yang layak untuk dibantu, di antaranya, Bu Juhena lokasi Komplek Permata Banjar Asri Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang dan kedua Ibu Nahriyah, lokasi Kampung Pamong Desa. Pamong Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang,” kata Zaenal. Ia menjelaskan, Baznas Banten membantu permodalan yang direalisasikan dalam bentuk barang. 
“Total bantuan yang diterima oleh satu keluarga penerima manfaat sebesar Rp12,5 juta. Warung yang mendapatkan program ini akan didampingi selama satu tahun yang bertujuan untuk memodernisasi sistem warung berupa manajemen laporan keuangan. Harapan Baznas agar Z-mart tersebut dapat berkembang dan tentunya dapat meringankan biaya hidup penerima manfaat, ” katanya.
Zaenal mengatakan, Baznas berharap penerima manfaat dapat menyisihkan hasil pendapatan Z-Mart untuk modal, biaya konsumtif, tabungan dan infak.mWakil Ketua IV Bidang Adminsitrasi, SDM dan Umum Baznas Banten Mulyadi mengatakan, dua Z-Mart yang diluncurkan ini merupakan percontohan. “Kami punya kewajiban membantu mustahik. Mudah-mudahan penerima Z-Mart bisa berkembang dan lebih baik usahnaya. Hakektanya ini titipan Allah Swt. Sekarang niatkan untuk ibadah. Berbisnis dengan Allah. Sisihkan sebagian keuntungan untuk zakat dan infak sebagai bentuk syukur. Barang siapa yang bersyukur akan ditambah rizkinya oleh Allah Swt,” harap Mulyadi.
Penerima program Z-Mart, Juhenah bersyukur atas bantuan dari Baznas Banten. “Semoga dengan adanya bantuan ini, kami yang awalnya sebagai penerima bantuan, bisa menyalurkan kembali dana zakat kepada Baznas, sehingga orang lain pun bisa merasakan bantuan,” ucapnya. Rasa terimakasih juga disampaikan penerima Z-Mart Nahriyah. “Dengan adanya bantuan ini dapat mengembangkan warung kami,bkarena telah dilengkapi segala fasilitas dan barang dagangan, sehingga warung yang awalnya hanya tersedia beberapa barang saja, kini persediaan warung kami menjadi lebih banyak dari sebelumnya,” tutur Nahriyah. 
Diketahui, Z-Mart merupakan program pemberdayaan ekonomi melalui pembinaan dan pendampingan UMKM pilihan, dengan tujuan meningkatkan eksitensi dan kapasitas warung untuk mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah pasar ritel modern.
Di tengah terbatasnya sumber daya, usaha retail menjadi intervensi yang relevan di perkotaan mengingat tingginya pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang dapat dipenuhi oleh usaha ritel dalam bentuk warung.
Namun, keberadaan warung yang menjadi tumpuan masyarakat miskin dalam memperoleh penghidupan mendapat ancaman dari tumbuhnya minimarket yang tersebar di Provinsi Banten dengan mencapai kurang lebih sekitar 2000 minimarket.
Berangkat dari persoalan tersebut H. Moh. Suhri Utsman selaku Pimpinan Baznas Provinsi Banten Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan mencoba untuk memberikan solusi bagi masyarakat usaha ritel mikro yaitu dengan cara melaksanakan penguatan melalui program warung Z-Mart yang bergerak kepada pengadaan barang-barang dagangan agar warungnya terlihat lebih lengkap sesuai dengan kebutuhan masyarakat (pembeli).
 Di samping itu juga warung Z-Mart penerima manfaat di perindah dengan di cat kembali dan dilengkapi branding adanya plang nama, dengan demikian penampilan warung Z-Mart terlihat menarik dan tidak kumuh.***

Artikel Lainnya...

Add Your Heading Text Here

Add Your Heading Text Here

Add Your Heading Text Here